Satelit LANDSAT System

Satelit Landsat (Land Satellite), milik Amerika Serikat diluncurkan pertama kali pada tahun 1972, dengan nama ERTS-1 (Earth Resources Technology Satellite-1). Proyek eksperimental ini sukses, dan dilanjutkan dengan peluncuran selanjutnya, seri kedua, tetapi dengan berganti nama menjadi Landsat, sehingga ERTS-1 pun berganti nama menjadi Landsat-1.

Sampai pada tahun 1991, peluncuran sampai pada sateli landsat-5. Selama kurun waktu tersebut dengan kecanggihan tegnologi terjadi perubahan desain sensornya, sehingga kelima satelit itu dapat dikelompokkan menjadi dua generasi : generasi pertama (Landsat 1-3) dan generasi kedua (Landsat 4-5). Satelit Landsat 1-2 memuat dua macam sensor : RBV (Retrun Beam Vidicon, dan terdiri atas tiga saluran RBV1, RBV2, dan RBV3 dengan resolusi spasial 79 meter) dan MSS (Multispectral scanner, resolusi spasial 79 meter terdiri atas 4 saluran MSS4, MSS5, MSS6, dan MSS7). Satelit Landsat-3 masih memuat dua macam sensor tersebut yaitu RBV dan MSS, tetapi sistem sensor RBV diganti menjadi TM (Thematic Mapper) dan penyusutan jumlah saluran pada RBV menjadi 1 saluran tunggal beresolusi spasial 40 meter.

Satelit Landsat 4-5 juga memuat 2 macam sensor pula, dengan mempertahankan MSSnya dan RBV diganti dengan TM, karena alasan kapabilitas. Dengan demikian penomoran MSS menjadi MSS1, MSS2, MSS3, dan MSS4. Sensor TM mempunyai 7 saluran yang mempunyai nomor urut dari 1 sampai 7. Keganjalan dalam sensor TM terdapat pada TM6 yang menggunakan spektrum inframerah thermal, beresolusi 120 meter, terdapat pada antara saluran inframerah TM5 dan TM7 yang beresolusi 30 meter. Hal ini dikarenakan oleh penambahan atau pembuatan sensor TM7 sebelum seluruh TM1 sampai TM6 disahkan oleh pemerintahan Amerika Serikat.

Satelit Landsat dengan dua sensornya, MSS dan TM, merupakan satelit yang banyak dimanfaatkan datanya. Berbagai penetelian telah dilakukan berdasarkan data MSS maupun TM. Dengan luas liputan 185 x185 km2, data Landsat paling lengkap atau tepat untuk studi fenomenal regional. Khusus untuk Indonesia, resolusi 79 m MSS satelit Landsat hanya sesuai daerah diluar jawa. Resolusi ini cukup rendah untuk studi penggunaan lahan di jawa, yang ukuran petak lahan pertanianya seringkali kurang dari 0,25 hektar. Namun lepas dari itu, keunggulan jumlah saluran (4 untuk MSS,dan bahkan 7 untuk TM) tetap menawarkan daya tarik tersendiri dalam pemanfaatanya. Resolusi spasial 30 m untuk TM, dengan 7 saluran (dari biru sampai dengan inframerah thermal) merupakan paduan informasi yang sangat berharga. Parameter orbital dari sensor satelit landsat dibagi menjadi dua; a) untuk landsat 1-3 : sinkron terhadap matahari (hampir polar), tinggi 919 Km, delinasi 99,090, rentang antara 820 N ke 820 S, waktu 103 menit melintasi ekuator pada pukul 09.30 waktu local. b) untuk landsat 4-5 : sinkron matahari (hampir polar), tinggi 705 Km, delinasi 98,20, rentang 810N ke 810S, waktu 109 menit melintasi ekuator pada pukul 09.25 waktu local, temporal 16 hari.

APLIKASI CITRA SATELIT LANDSAT

Deteksi Kondisi tress Tanaman : disebabkan oleh serangga, penyakit, kesuburan tanah, kekeringan, Landscape Ecology: Pemetaan Habitat dan Analisis pola spasial spesies, Pemetaan penutup Lahan,  Pemetaan terumbu karang,  Pemetaan sumberdaya mineral/geologi, Sebagai masukan untuk monitoring perubahan lingkungan global, Pemetaan vegetasi.

Satelit Landsat

Contoh perbedaan spektral saluran Satelit Landsat TM 1-7, gambar disamping menunjukkan bahwa semakin besar angka band yang dipakai semakin jelas ketelitian obyek. Tetapi berbeda dengan TM untuk pengecualian karena sensor ini memakai saluran  inframerah termal atau tinggi maka obyek akan terlihat berwarna merah. Untuk tabel perbedaan tiap sensor akan dijelaskan dibawah ini:

Semakin berkembang zaman, satelit landsat sudah sangat jarang sekali digunakan. citra satelit hasil perekaman pun sudah digratiskanDibawah ini merupakan Aplikasi Citra Satelit Landsat sesuai dengan saluran:

Satelit Sensor

Tanggal peluncuran

Saluran

Resolusi spasial

MSS/TM

 Lebar Pandang

Temporal

Massa operasi

Spektrum saluran

LANDSAT 1 23 juli 1972 0,4 –0, 52 79/30 m 185 km 16 hari 1978 Biru tampak
LANDSAT 2 22 januari 1982 0,5 – 0,6 79/30 m 185 km 18 hari 1982 Hijau tampak
LANDSAT 3 5 maret 1978 0,63 – 0,69 120/30 m 185 km 18 hari 1984 Merah tampak
LANDSAT 4 6 juli 1982 0,75 – 0,9 79/30  m 90 km x 2 17 hari 1982 Inframerah dekat
LANDSAT 5 1 maret 1984 1,55 – 1,75 79/30 m 185 km 17 hari 1984 Inframerah dekat
LANDSAT 6

2,08 – 2,35 120 m 185 km 17 hari 1993 Inframerah thermal
LANDSAT 7

10,4 – 12,5

30 m 185 km 17 hari 1998 Inframerah tengah
LANDSAT 8

0,52 – 0,9

pankromatik

Saluran

Aplikasi Satelit Landsat

TM1 penetrasi tubuh air, sehingga bermanfaat untuk pemetaan perairan pantai, juga berguna untuk membedakan antara tanah dengan vegetasi, tumbuhan berdaun lebar dan conifer.
TM2 Dapat mengukur puncak pantulan hijau saluran tampak bagi vegetasi guna penilaian ketahanan
TM3 Saluran absorbsi klorofil yang penting untuk diskrimanasi vegetasi
TM4 Bermanfaat untuk menentukan kandungan biomassa dan untuk delineasi tubuh air
TM5 Menunjukkan kandungan kelembaban vegetasi dan kelembaban tanah
TM6 Saluran IR thermal yang penggunaannya untuk analisis pemetaan vegetasi tumbuhan, membedakan kelembaban tanah dan pemetaan thermal
TM7 Saluran yang diseleksi karena potensinya untuk membedakan tipe batuan

Kata Kunci:

  • satelit landsat
  • macam-macam citra satelit
  • citra satelit landsat
  • jenis-jenis citra satelit
  • macam macam citra satelit

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.