Penginderaan Jauh

Penginderaan Jauh Indonesia

Penginderaan Jauh adalah ilmu, teknik atau seni yang digunakan untuk menyadap/merekam suatu informasi/fenomena/daerah/gejala/ruang dipermukaan bumi/luar angkasa yang didapatkan dengan menggunakan alat (instrument/sensor) tanpa kontak fisik secara langsung. Hal itu dilakukan dengan cara merasakan (sensing)/merekam energi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari objek dengan maksud dapat mengolah, menganalisis dan mengaplikasikan informasi tersebut.

Konsep Dasar Penginderaan Jauh

Menurut Soenarmo S. Hartati (2009) konsep dasar penginderaan jauh sensor jauh didasarkan oleh 5 (lima) unsur utama, yaitu: sumber energi (transmitter), gelombang elektromagnetik datang, objek atau target, gelombang elektromagnetik pantul dan hambur (emisi), serta sensor (receiver), yaitu:

a) Sumber energi utama penginderaan jauh berasal dari energi radiasi matahari, yang dipancarkan sesuai hukum radiasi benda hitam (black body) dengan temperatur 6000K dan panjang gelombang berbeda-beda (spektrum elektromagnetik). Sumber energi radiasi matahari ada yang dapat ditangkap langsung secara alami, ada yang melalui penapisan untuk memperoleh panjang gelombang yang sesuai dengan sifat dan karakteristik objek.

a) Gelombang elektromagnetik datang, merambat menembus atmosfer, merupakan perantara yang menyampaikan energy ke objek, dengan panjang gelombang unik untuk setiap objek/target.

b) Objek atau target adalah benda, fenomena atau permukaan yang akan diindera dengan sensor jauh.

c) Gelombang elektromagnetik pantul dan hambur terjadi setelah gelombang elektromagnetik dating mengenai obek/target, sebagian diserapdan ditransmisikan, sebagian lagi dipantulkan dan dihamburkan. Gelombang elektromagnetik pantul dan hambur inilah yang diindera (di-cover) oleh sensor. Data atau informasi yang diperoleh sesuai dengan sifat fisik atau karakteristik objek/target dan unik.

d) Sensor adalah materi yang sesuai dengan sifat fisik atau karakteristiknya objek/target yang diindera. Oleh karena itu, tipe sensor dengan tipe gelombang elektromagnetik dan unik. Keunikan sensor jauh ini adalah adanya transformasi objek atau target melalui atau dengan perantara panjang gelombang elektromagnetik tertentu sehingga yang ditangkap oleh sensor adalah respon spektral atau signature spectral.

Spektral signature untuk objek/target yang sama akan berubah terhadap waktu dan jarak. Demikian pula, setiap objek di permukaan mempunyai spektral signature yang berbeda dalam menyerap dan memantulkan gelombang elektromagnetik. penginderaan jauh sangat berkembang sampai saat ini dan sangat bermanfaat bagi analisa permukaan bumi. Untuk saat ini Indonesia hanya mempunyai satelit mikro LAPAN TUBSAT yang menghasilkan data video tetapi dalam waktu dekat Indonesia akan meluncurkan satelit lagi dan semoga lebih bagus.

Kata Kunci:

  • objek di permukaan bumi dapat ditangkap oleh sensor penginderaan jauh karena

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.